Artikel dan Tulisan

Phara Theory merilis koleksi terbaru “Depression XYZ”

Pinterest LinkedIn Tumblr

Di era serba global dan digital ini, kita dituntut untuk terus dapat bersaing dan bekerja keras demi dapat bertahan dalam gempuran berbagai macam tantangan. Tanpa disadari, seiring dengan rutinitas tanpa henti tersebut tidak hanya kesehatan fisik kita saja yang terkuras, namun juga kesehatan mental.

Phara melalui koleksi terbarunya berjudul “Depression XYZ” mencoba untuk memberikan exposure terhadap isu mental health ini. Berangkat dari rendahnya tingkat kesadaran masyarakat tentang isu kesehatan mental yang berbanding terbalik dengan tingginya angka depresi saat ini, Phara mencoba untuk menyuarakan akan pentingnya memperhatikan kesehatan mental.

Tidak peduli dari kalangan anak-anak, remaja, maupun orang dewasa, depresi bisa menjangkit siapa saja, bahkan orang terdekat kita yang terlihat baik-baik saja. Oleh sebab itulah koleksi kali ini mengambil nama “Depression XYZ”, yang mana XYZ sendiri mewakili generasi X, Y, dan Z.

Tema terbaru Phara tersebut juga merupakan salah satu bentuk perhatian Ari sang Creative Director Phara terhadap isu-isu Mental Health yang masih belum banyak difahami oleh masyarakat, khususnya di Indonesia. Selain itu, salah satu alasan terbesarnya adalah terdapat temannya yang pernah berencana untuk mengakhiri hidupnya disebabkan oleh depresi.

Dari situ dia mulai sadar betapa pentingnya mengenali kondisi mental diri sendiri dan orang terdekat kita.

Ada banyak hal yang kita butuhkan akan tetapi tidak diajarkan di sekolah. Tentang berdamai dengan penolakan, putus cinta, diabaikan, serta kegagalan. Kita tidak pernah diberitahu bahwa ada respon dari dalam diri kita bernama kesedihan, ketika ditolak, diacuhkan.” – Ari Creative Director Phara.

Sama seperti kesehatan fisik, setiap orang harus tau kondisi kesehatan mentalnya. Kacaunya kesehatan mental seseorang berpotensi memicu tindakan negatif, seperti self harming hingga percobaan bunuh diri. Dimulai dari hal yang terkecil, apabila kesehatan mental mendapatkan perhatian yang cukup, maka setidaknya kita bisa menyelamatkan diri sendiri serta orang terdekat kita dari tindakan-tindakan negatif tersebut.

Seimbangkan perhatian anda kepada diri anda sendiri dan orang yang anda sayang. Luangkan waktu untuk memikirkan kesehatan mental dan kesehatan fisik anda serta keluarga anda. Kenali kondisi anda dan orang yang anda sayang ketika mulai merasa terbebani akan sesuatu. Selalu terbukalah dengan orang yang anda sayangi.”

Mental illness by Phara.co

Phara juga telah membuat sebuah video pendek tentang dua remaja yang menemui permasalahan dalam hidupnya. Video tersebut menggambarkan bahwa ‘Mental illness’ itu nyata adanya. Kesedihan yang terus menerus, menyalahkan diri sendiri secara berlebihan adalah contoh hal serius yang wajib kita ketahui.

Kunjungi website mereka di : http://www.phara.co

https://facebook.com/phara.co