Berita Pilihan

Selain Bilik Asmara, Inneke Koesherawati Bongkar Sikap Suami ke Kalapas: ‘Kayak Jatuh Cinta’

Pinterest LinkedIn Tumblr

Artis Inneke Koesherawati tak hanya mengaku menggunakan bilik asmara untuk melayani sang suami Fahmi Darmawansyah di penjara. Inneke Koesherawati juga membeberkan kebiasaan suaminya membelikan kado atau barang kepada rekannya.

Menurut Inneke Koesherawati merupakan hal biasa jika suaminya itu memberikan sesuatu ke orang lain. Hal ini diungkapkan Inneke Koesherawati saat menjadi saksi pada persidangan kasus suap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, di Pengadilan Tipikor, Rabu (19/12/2018).

Dalam kesaksiannya Inneke Koesherawati, mengatakan suaminya akan lebih baik jika ada orang yang baik kepadanya.

“Karakter suami saya itu akan lebih baik kepada orang yang sudah baik kepadanya. Saya hadir di sini untuk memberikan kesaksian terkait pemberian mobil kepada Pak Husen (Wahid Husen),” kata Inneke Koesherawati.

Inneke Koesherawati mengatakan kebaikan dari Wahid Husen kepada Fahmi Darmawansyah ialah membesuk suaminya saat di rumah sakit dan mengatakan, “Pak Fahmi harus sampai sembuh”

KPK Klarifikasi Percakapan Antara Eks Kalapas Sukamiskin dengan Fahmi Darmawansyah

Pernyataan Wahid Husen, dinilai sebagai penyemangat untuk suaminya yang sedang sakit. Inneke Koesherawati selalu mendapat cerita dari suaminya tentang kebaikan dan perhatian dari Wahid Husen.

“Kayak pasangan yang sedang jatuh cinta saja. Padahal suami saya dan Pak Wahid baru saling mengenal. Saya juga bertanya kepada suami, kebaikan seperti apa yang diberikan oleh Husen, dan suami saya menjelaskan bahwa Pak Wahid pernah memberikan obat diabet agar diabetnya stabil,” kata Inneke Koesherawati.

Seperti dikatakan Inneke Koesherawati soal kebiasaan memberi hadiah ini ternyata juga diberlakukannya saat dapat perhatian dari Wahid Husen.

“Beb tolong carikan mobil Triton 4×4. Itu kata suami saya melalui ponsel. Katanya untuk diberikan kepada Pak Wahid. Awalnya mau cari yang second (bekas), saya menyuruh adik saya Ikke untuk mencari dan susah dapatnya, akhirnya membeli yang baru, karena harganya enggak jauh dari yang baru. Harga barunya Rp 427 juta, diskon 20 persen jadi Rp 407 juta,” kata Inneke Koesherawati.

Mobil tersebut, kata Inneke Koesherawati, harus ditunggu sekitar tiga bulan. Ia tidak mengetahui pasti berapa lama mobil tersebut ada. Setelah mobil tiba di Bandung, tepatnya di rumahnya di daerah Arcamanik yang diangkut menggunakan towing.

“Menurut pengakuan adik saya, mobil tersebut langsung diterima oleh Wahid Husen. Selain mobil, suami saya juga meminta untuk membelikan sandal untuk istri Husen dan tas untuk hadiah ulang tahun rekan Wahid Husen,” kata Inneke Koesherawati.

Bilik Asmara

Inneke Koesherawati Bongkar Sikap Suami ke Kalapas: ‘Kayak Jatuh Cinta’

Di kesaksian yang lain, Inneke mengaku menggunakan bilik asmara untuk melayani sang suami di lapas. Namun sejumlah pertanyaan hakim, rupanya tak berkenan terhadap terdakwa Fahmi Darmawansyah, suami Inneke Koesherawati.

Fahmi Darmawansyah, terdakwa kasus suap terhadap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen keberatan terhadap pertanyaan yang dilontarkan Hakim kepada Istrinya, Inneke Koesherawati, yang berstatus sebagai saksi.

“Sekalian saja tanyakan pakai baju apa yang Mulia,” kata Fahmi memotong pertanyaan Hakim terhadap Saksi Inneke.

Saat dimintai kesaksian oleh Hakim yang mengadili persidangan tersebut, Saksi Inneke menjelaskan bahwa ada saung khusus untuk suaminya Fahmi.

“Ada kamar mandi, tempat tidur, kipas angin, dan terakhir ada AC. Saya sering menggunakan ruangan tersebut sebisa mungkin sebagai kewajiban seorang istri, untuk melayani,” kata Inneke.

Setelah Famhi menyela pertanyaan Hakim, maka Hakim kembali bertanya apakah saksi bersedia memberikan keterangan tentang pertanyaan tersebut.

“Sebagai seorang perempuan, saya risih ditanya tentang hubungan biologis,” kata Inneke.

Terdapat empat orang saksi yang akan dimintai keterangannya pada persidangan tersebut. Sebelumnya Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang dakwaan dengan terdakwa mantan Kalapas Sukamiskin Bandung, Wahid Husen di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (5/12/2018), membongkar semua hal yang tak terungkap ke publik soal lapas tersebut.

Inneke Koesherawati – Instagram

Mulai dari fasilitas istimewa untuk terpidana Fahmi Darmawansyah, Tb Chaeri Wardana dan Fuad Amin Imron seperti kamar untuk hubungan suami istri, penerimaan mobil, uang hingga izin keluar lapas.

Usai pembacaan dakwaan, ketua majelis hakim yang memimpin persidangan, Daryanto memberikan kesempatan pada Wahid untuk mengomentari dakwaan jaksa.

“Saya mohon maaf‎, saya hanya manusia biasa, saya khilaf,” ujar Wahid. Wahid dan tim pengacaranya tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa.

Saat meninggalkan ruang sidang, Wahid diberondong pertanyaan oleh sejumlah wartawan. Namun ia tidak memberikan komentar apapun.

“Nanti saja-nanti saja,” kata dia. Wahid Husein didakwa melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam dakwaan primair Pasal 12 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 65 ayat 1 KUH Pidana.

Di dakwaan subsidair, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan dakwaan subsidair Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke – 1 juncto Pasal 65 aya 1 KUH Pidana.

Dua pasal di Undang-undang Pemberantasan Tipikor itu pada pokoknya mengatur soal gratifikasi pada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji. Ancaman pidananya terendah 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

Pada kesempatan itu, sidang juga mengagendakan pembacaan dakwaan pada terdakwa lainnya yakni Hendry Saputra, selaku sopir Wahid Husen. Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

 

Penulis: Musahadah