Berita Pilihan

Kasus Derma Skin Care, Tarif Endorse Capai Belasan Juta hingga Foto Produknya

Pinterest LinkedIn Tumblr

Jakarta – Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kasus kosmetik oplosan yang menyeret nama merek ternama, Derma Skin Care (DSC). Produk-produk Derma Skin Care disita polisi setelah diketahui merek kosmetik ini tak memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Yang membuat publik semakin heboh adalah karena beberapa artis ternama ternyata pernah mengiklankan alias endorse produk Derma Skin Care melalui akun sosial media pribadi mereka. Pemilik usaha kosmetik oplosan ini, KIL sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim.

Dirangkum Tribunnews berbagai sumber, berikut fakta singkat kasus kosmetik oplosan Derma Skin Care yang menyeret nama-nama artis ternama.

Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur berhasil mengungkap kasus peredaran produk kecantikan oplosan dan ilegal beromzet ratusan juta rupiah per bulan dalam ungkap kasus di Mapolda, Selasa (4/12). Polisi menyita ratusan produk kecantikan dari rumah kecantikan milik tersangka dari beragam jenis. Ada pula produk kecantikan merek terkenal yang kemudian dioplos jadi produk DSC, di antaranya Mustika Ratu, Marcks Beauty Powder, Sabun Papaya, Viva Lotion, Vasseline, Sriti, dan lainnya. Peralatan praktik seperti infus juga diamankan oleh polisi.

1. Tujuh nama artis terseret

Kasus kosmetik oplosan Derma Skin Care saat ini terus dikembangkan oleh pihak Polda Jatim. Polda Jatim mengungkapkan akan memanggil tujuh artis yang pernah mengiklankan Derma Skin Care di akun sosial media mereka.

“Memang pemasarannya produk itu ada yang endorse dari tujuh artis terkenal,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Manera di Mapolda Jatim, Kamis (6/12/2018), seperti dikutip dari TribunJatim.com.

Tujuh artis yang akan dipanggil adalah NK, VV, NR, OR, MP, DK, dan B.

2. Tarif endorse untuk artis

Seperti yang banyak diketahui, beberapa artis memasang tarif untuk mengiklankan alias endorse sebuah produk di akun sosial media mereka. Dilansir dari TribunJatim.com, Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan mengungkapkan KIL menggunakan jasa artis untuk endorse setiap satu minggu untuk mempromosikan produk kosmetik oplosan miliknya.

Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan pengakuan KIL yang mengatakan ia memang menggunakan jasa para artis untuk memasarkan produk miliknya. Untuk tarif endorse, Rofik menjelaskan para artis akan mendapatkan bayaran dengan kisaran Rp 7 juta hingga Rp 15 juta.

“Yang jelas mereka masing-masing artis per minggu dapat salary Rp 7 juta hingga Rp 15 juta, sesuai kontraknya,” ungkap Rofik.

Cara mengiklankannya adalah para artis berfoto dengan produk Derma Skin Care milik KIL dan mengunggahnya ke sosial media.

3. Kosmetik Derma Skin Care milik KIL oplosan dari berbagai macam produk

KIL ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kosmetik oplosan miliknya yang ilegal karena tidak memiliki izin dari BPOM. Derma Skin Care sendiri diketahui memproduksi beberapa jenis produk kosmetik seperti krim, cairan pembersih wajah, bedak, serum, dan masker.

Dilansir dari Kompas.com, KIL mengaku ia juga memproduksi obat kecantikan. Produk-produk milik KIL merupakan hasil oplosan dari produk kosmetik terkenal seperti bedak Marcks, Mustika Ratu, Viva Lotion, Sabun Pepaya, Vaseline, Sriti, dan masih banyak lainnya.

4. Foto-foto produk Derma Skin Care

Dilansir dari TribunStyle.com, foto-foto produk ini diambil dari Instagram Derma Skin Care dengan nama akun @dsc_beauty.id

 

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Daryono