Artikel dan Tulisan

Liburan Melepas Penat ke Malang, Ini Rekomendasinya

LOKASI : MUSEUM ANGKUT

Jangan kerja melulu, sekali-sekali lepaslah penat dengan liburan ke Malang. Ada banyak destinasi seru yang bisa traveler sambangi. Berikut pilihannya:

Sebagai seorang karyawan swasta dengan jam kerja Senin-Sabtu dari pagi hingga seringkali malam hari, tentunya sering membuat saya merasa penat. Rutinitas pekerjaan sehari-hari terasa membosankan jika tidak diimbangi dengan aktivitas liburan yang menyenangkan.

Selain untuk melepas penat, sesekali menikmati hasil jerih payah selama bekerja tentu tidak ada salahnya. Apalagi jika para sahabat juga merasakan hal yang sama, yap solusinya adalah mari rencanakan perjalanan untuk liburan bersama para sahabat.

Liburan untuk melepas penat kali ini kami putuskan untuk mengunjungi Kota Malang-Jawa Timur. Segera kami susun rencana perjalanan itu, mulai dari transportasi, penginapan hingga tujuan wisata yang akan kita kunjungi selama liburan di Kota Malang.

Tidak susah bagi kami untuk merencanakan liburan seru, kan ada tiket.com yang sudah siap membantu memudahkan rencana kami. Apalagi untuk transportasi dan hotel seringkali ada promo atau diskon yang lumayan menggiurkan bagi kami.


Ditambah lagi untuk tiket wisata juga bisa dibeli melalui tiket.com juga, jadi liburan kami lengkap dan melegakan karena urusan transportasi, penginapan bahkan tiket wahana wisata yang sudah siap dipesan di awal rencana liburan.

Hingga tiba lah hari dimana liburan dimulai. Kami pun sudah tak sabar menjelajah kota Malang dan Batu selama 3 hari 2 malam. Hari pertama kami tiba di kota itu, tentu saja kulinernya tak akan kami lewatkan.

Kami berkunjung ke Hot Cui Mie Malang yang beralamat di Jalan Letjen S Parman No 56 Malang. Kami menikmati menu No Hot Keekian dan Hot Cui Mie Udang yang porsinya bisa buat rame-rame. Rasanya jangan ditanya, nikmat hangat dan cocok dengan cuaca sore kota Malang kala itu yang mendung syahdu.

Tak perlu berlama-lama terlena dengan menu pertama kami, selanjutnya kami segera menuju Kota Batu untuk segera merapat ke villa yang sudah kami pesan jauh hari sebelumnya.

Mengapa kami pilih villa di Batu, selain karena banyak lokasi wisata di dekat Kota Batu, yang membuat kami takjub adalah pemandangan dan cuaca nan dingin yang disuguhkan kota ini.

Eits, namun sebelum langsung merapat ke Villa, tak lupa kami isi perut lagi dengan beberapa menu di seputar Kota Batu. Tentu nggak asing mendengar nama Pos Ketan Legenda kan. Nah salah satu daya tarik wisatawan domestik Malang-Batu. Bahkan wisatawan luar kota pastinya adalah berbagai menu ketan yang ditawarkan di tempat ini.

KETAN SUSU DURIAN KEJU (KSDK) POS KETAN LEGENDA

Makin malam suasanya makin seru karena antrian pengunjung tak berkurang, bahkan bertambah. Beragam menu ketan dan topping di sini. Selain itu, harga yang murah juga membuat pengunjung tak mungkin memesan 1 atau 2 porsi saja, pasti ingin nambah terus bahkan bersiap membungkus untuk dibawa pulang.

Di sini kami pesan Ketan Susu Keju Misis (KSKM) seharga Rp 9.000 dan Ketan Susu Durian Keju (KSDK) dengan harga Rp 16.000. Memesan 2 porsi ini saja membutuhkan waktu sekitar 1 jam hanya untuk antri hingga pesanan datang ke meja kami. Lokasi kuliner ini sepertinya menjadi destinasi wajib para traveler yang berkunjung ke Kota Batu.

Hari kedua kami di Kota Batu, tak lupa kami mencari menu sarapan khas Jawa Timur yang juga direkomendasikan oleh beberapa traveler, yaitu Pecel Kawi. Lokasi warung di Jalan Kawi No 43B, Kauman, Klojen Kota Malang. Lokasi yang strategis di tengah kota dan berada di pinggir jalan utama yang menghubungkan Kota Malang dan Kota Batu, tentunya tak sulit untuk menemukannya.

LONTONG PECEL KAWI + SATE KOMO + MENJES KACANG

Satu hal yang sulit ditemukan di sini adalah lokasi parkir menuju lokasi warung, karena pada jam tertentu apalagi di saat jam makan pagi seperti ini pastilah parkiran di sekitar Pecel Kawi penuh dengan mobil dengan plat luar kota.

Belum lagi antrian pemesanan serta panjangnya antrian kasir membuat pengunjung semakin bersemangat untuk menikmati santapan khas Jawa Timur di sini.

Kami memesan menu utama Lontong Pecel dengan lauk Sate Komo dan Menjes Kacang, serta menu Lontong Cap Gomeh yang isiannya super komplit.

Oiya bagi traveler dari luar Jawa Timur pasti asing dengan menu Menjes Kacang. Menjes berbahan dasar kedelai dan bertekstur halus yang terbuat dari ampas pembuatan tahu dan ampas kelapa, kemudian digoreng dengan tepung dan dimakan bersama dengan cabai rawit rasanya sungguh nikmat. Sedangkan untuk Sate Komo adalah sate daging yang bertekstur empuk dengan rasa pedas yang menggigit.

Satu porsi Lontong Pecel dengan bumbu kacang yang sungguh nikmat pasti ampuh menambah energi untuk mengunjungi destinasi liburan selanjutnya di kota Malang. Tak lupa dengan menu sarapan satu lagi yang kami pesan di Pecel Kawi yaitu Lontong Cap Gomeh.

LONTONG CAP GOMEH

Isinya lengkap terdiri dari beberapa potongan lontong yang cukup mengenyangkan, kemudian dilengkapi dengan beberapa lauk seperti Opor Ayam, setengah Telur Ayam Rebus, Sambal Goreng Kentang dan Hati Ayam, potongan Daging Komo seperti pada menu Pecel tadi, dan tak lupa Sayur Labu yang segar berkuah. Rasanya benar-benar puas menyantap menu super lengkap ini di pagi hari sebelum melanjutkan aktivitas liburan kami.

Setelah kenyang dengan menu sarapan spesial khas Jawa Timur, selanjutnya kami pergi ke Batu Flower Garden atau Coban Rais yang baru-baru ini sedang naik daun dengan suguhan pemandangan dan banyak spot foto menarik untuk traveller yang hobi selfie ataupun berpose dengan latar belakang alam nan indah.

Dengan harga tiket masuk sesuai wahana atau spot foto yang diinginkan, akhirnya kami membaur dengan pengunjung lainnya yang sudah sejak pagi mengantri untuk berfoto bersama keluarga. Ada banyak wahana atau spot foto yang ditawarkan di sini, yaitu Ayunan, Hutan Pinus, Gowes Air, Hammock Tower, Flying Hammock, Spider Hammock, Tree Top, serta beberapa spot foto lainnya.

Untuk harga per spot nya cukup terjangkau kok, yaitu sekitar Rp 10.000 sampai 35.000 saja. Dengan harga cukup terjangkau, kami bisa terpuaskan berfoto dengan spot keren yang ada di lokasi ini.

Puas berfoto, kamipun segera beranjak ke destinasi selanjutnya yaitu di Museum Angkut. Di sini pengunjung juga akan dipuaskan dengan beragam spot foto keren namun bedanya, di sini kita bisa sambil belajar mengenai ribuan alat transportasi. Mulai dari transportasi yang canggih dan keren hingga transportasi tradisional bahkan transportasi paling tua juga ada di sini.

Mulai sepeda tua, motor jaman dahulu bahkan mobil canggih keluaran luar negeri dan replika pesawat kepresidenan pun ada di lokasi ini. Tidak terbatas pada alat transportasi darat saja, beragam jenis helikopter bahkan terdapat replika kokpit pesawat yang bisa kita kunjungi. Jadi serasa pilot sungguhan deh.

Karena lokasi wisata ini sangat luas, maka saran saja nih bagi para traveller, gunakan waktu sebaik mungkin untuk berfoto di spot-spot favorit, jangan terlalu terlena dengan satu spot foto saja, karena masih banyak spot foto selanjutnya yang rugi jika sampai terlewat.

Selain itu juga tak lupa gunakan outfit dan alas kaki senyaman mungkin, karena lokasi ini full ditempuh dengan berkeliling sambil jalan kaki dan berfoto ria. Lelah berkeliling di 2 lokasi yang menghasilkan ratusan foto kece di hp dan kamera kami, selanjutnya kami berkunjung ke Batu Night Spectacular atau biasa dikenal dengan nama BNS.

Lokasi ini kami pilih karena lokasinya bagus banget dikunjungi saat malam hari. Lampu berwarna-warni berbagai bentuk dan ukuran dipasang untuk menarik perhatian pengunjung. Juga ada banyak wahana permainan tergolong ekstrim yang ditawarkan di lokasi ini. Seperti Wahana Kursi Terbang, Flying Swinger, Sepeda Udara, Cafe Hantu, Banji Trampolin, Galery Hantu, Battle Area, dan masih banyak lagi. Jadi bagi penikmat wahana ekstrem, wajib lah berkunjung ke BNS biar ngga penasaran sekaligus uji nyali.

Kalau kami sih, karena sudah sangat lelah dengan perjalanan wisata sejak pagi hari, kami memutuskan hanya berfoto di lokasi aman dan lampion-lampion indah saja. Lepas berfoto seharian, kami mendapatkan rekomendasi tempat makan dari penjaga villa yang kami sewa. Yaitu di Nasi Bakar Mang Yoyok Suroyo yang berada di Jalan Sultan Agung, Sisir, Kecamatan Batu-Jawa Timur.

Lokasinya memang di pinggir jalan, dan tempat makan nya hanya beralaskan tikar, namun rasa di setiap menu makanannya bikin nagih. Apalagi cuaca kota Baru di malam hari yang sejuk cenderung dingin, sempurna jika disandingkan dengan menu nasi bakar dengan segelas jahe panas untuk menutup destinasi hari ini.

Menu yang sempat kami pesan adalah Ayam Cerak-Cerik, Gami Cumi, Sate Tutut, Sate Usus, dan Wedang Jahe. Wangi aroma nasi bakar yang masih ngebul berasap, dengan suasana syahdu di malam hari dan tak lupa menyeruput segelas wedang jahe di cuaca Kota Batu yang cukup dingin rasanya sungguh liburan yang sempurna.

LOKASI : CUI MIE GLORIA

Maka kami tutup perjalanan hari ini dengan ucapan syukur atas nikmat yang masih Tuhan berikan kepada kami. Hari terakhir liburan kami, belum rela untuk beranjak pulang meninggalkan kota Batu yang penuh kenangan pada destinasi liburan kami kali ini.

Maka tak afdol jika tak mampir mencicipi kuliner legendaris lainnya di kota Malang yaitu Bakso Presiden. Uniknya Bakso ini adalah lokasinya yang berada di samping rel kereta aktif yang dilalui oleh kereta jurusan Malang dan sekitarnya.

Agak menyeramkan jika membayangkan di tengah asyiknya menyantap semangkok bakso kuah pedas, di saat itu juga terdengar sirine kereta yang hendak lewat, diikutin deru kereta yang melintas di rel sisi timur lokasi kita sedang makan.

Pengalaman seru bagi kami, bisa menyantap makanan legendaris dengan suguhan pemandangan kereta melintas dengan sangat kencang. Ah sungguh kami pasti akan merindukan suasana liburan dengan beberapa destinasi unik dan tak terlupakan kali ini.

Maka selanjutnya perjalanan kami ditutup dengan singgahnya kami ke toko oleh-oleh khas Malang yaitu kawasan Sanan. Dimana disana merupakan pusat oleh-oleh khas keripik tempe dan banyak macam oleh-oleh khas lainnya yang bisa dibawa sebagai buah tangan untuk keluarga di rumah. Dan berakhirlah perjalanan liburan kami kali ini. Seru sekali dan berkesan sudah pasti. Karena hidup hanya sekali, maka mari kita nikmati.

 

Penulis: Evie Puspitasari – d’travelers

Comments
To Top