Berita Pilihan

Hari Raya Galungan – Cara Menikmati Bali Saat Galungan

Cara Menikmati Bali Saat Galungan Umat Hindu di Bali sedang merayakan Galungan. (Foto: REUTERS/Nyimas Laula)

Bali – Masyarakat hindu di Bali sedang merayakan Hari Raya Galungan sebagai sebagai hari kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan), yang jatuh hari ini Rabu (26/12).

Berdasarkan tradisi, perayaan Galungan dilakukan dalam sebuah rangkaian panjang yang dimulai dari 25 hari sebelum Galungan atau yang dikenal dengan tradisi Tumpek Wariga, hingga 35 hari setelah Galungan atau yang dikenal dengan tradisi Pegat Wakan. Namun banyak pihak yang hanya melihat Galungan dan Kuningan sebagai rangkaiannya.

Berdasarkan info yang dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa cara menikmati Bali saat perayaan Galungan berlangsung. Namun ada hal yang perlu diperhatikan oleh wisatawan, tetap hormati umat Hindu yang sedang bersembahyang ataupun tempat ibadahnya.

Sejumlah wanita Hindu membawa sesajen saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Pura Dalem Kengetan, Ubud

Potret masyarakat Bali yang sesungguhnya

Saat hari raya Galungan tiba, seluruh umat hindu di Bali akan memenuhi Pura. Mereka beramai-ramai mengenakan pakaian adat yang didominasi warna putih.

Para wanita biasanya turut membawa sesaji berisikan buah-buahan segar yang diletakkan dalam sebuah wadah logam berkaki, dan meletakkannya di atas kepala dengan alas kain tradisional.


Jika selama ini iklan pariwisata di Bali selalu memamerkan pemandangan ini, maka saat Galungan tiba kemewahan tersebut bisa ditemui hampir di setiap sudut pulau Dewata.

Menyaksikan Ngelawang

Tradisi Ngelawang Bali

Ngelawang merupakan tradisi dalam merayakan Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan di Bali. Ngelawang berasal dari kata lawang (pintu), sehingga memiliki makna pementasan yang dilakukan dari rumah ke rumah maupun dari desa ke desa dengan menggunakan barong bangkung (barong berupa sosok babi).

Tradisi ini berasal dari mitologi Dewi Ulun Danu yang berubah menjadi seorang raksasa, untuk membantu penduduk desa menaklukkan roh jahat. Dahulu ritual ini tergolong sakral, namun saat ini Ngelawang dijadikan pertunjukan seni yang dibawakan oleh anak-anak, dengan mengarak barong keliling desa dan diiringi dengan gamelan.

Mengagumi Penjor

Merayakan Upacara Keagamaan, secara umum umat Hindu Bali membuat Penjor

Jika dilihat sekilas bentuk penjor mirip dengan janur penanda upacara pernikahan. Penjor Galungan biasanya dipasang minimal pada hari Penampahan atau sehari sebelum hari raya Galungan.

Makna penjor dalam Galungan melambangkan pertiwi bhuwana Agung, dan simbol gunung yang memberikan kesejahteraan dan keselamatan. Itu sebabnya penjor diisi dengan banyak unsur, mulai dari hasil bumi, hingga kain.

Penjor biasanya dipasang di sudut jalan, sehingga dapat menjadi latar belakang yang unik untuk berswafoto. (agr)

 

Sumber: CNN Indonesia

Comments
To Top