Berita Pilihan

Banyak Ditemukan Korban Tsunami, Begini Kondisi Hotel Mutiara Carita

evakuasi korban tsunami Banten di hotel. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Aroma amis masih menyengat hidung saat masuk lebih jauh ke dalam Hotel Mutiara Carita Couttage, kawasan Pantai Carita, Pandeglang, Banten. Hotel tersebut merupakan penginapan yang terdampak parah saat kejadian tsunami Selat Sunda melanda kawasan Banten dan Lampung Selatan.

Berdasarkan pengakuan dari salah satu petugas kebersihan di hotel tersebut, hempasantsunami mencapai hingga 300 meter dari bibir pantai. Bencana itu memporak porandakan hampir seluruh bangunan di hotel yang berdiri di atas bangunan sekitar 12 hektare ini.

Tsunami setinggi kurang lebih 5 meter tersebut menggulung semua yang berada di Mutiara Carita Couttage. Termasuk hewan, kendaraan, hingga manusia.

Kemarin, Minggu 23 Desember 2018, tim SAR gabungan setidaknya menemukan 64 jenazah dari Mutiara Carita Couttage. Seluruhnya dikumpulkan di Puskesmas Carita yang posisinya tak jauh dari hotel.

Korban Meninggal Akibat Tsunami Paling Banyak di Pandeglang

Menurut sang petugas kebersihan, setidaknya sudah 70 lebih jenazah yang ditemukan di kawasan ini. “Lebih dari 70 (jenazah). (Pencarian) kan sampai gelap,” kata dia, Senin (24/12).


Dia mengatakan, sepanjang pengetahuannya, hampir seluruh kamar yang berada di Mutiara Carita Couttage terisi penuh. Di Mutiara Carita Couttage sendiri setidaknya ada sekitar 100 kamar.

Kebanyakan pengunjung hotel pada malam itu adalah warga DKI Jakarta dan sekitarnya. Menurut petugas kebersihan, sebelum kejadian tsunami, puluhan pengunjung sedang family gathering.

“Ada (pengunjung) tiga bus. Ada acara kumpul keluarga. Ada organnya juga kok,” kata dia.

Usai air bah menghantam kawasan tersebut, sekitar pukul 22.30 WIB, sang petugas kebersihan yang tak mau disebutkan namanya itu langsung berinisiatif meninjau tempat kerjanya itu.

Dia mengaku tak bisa berkata apa-apa. Hanya berharap para korban yang diterjang air bah segera ditemukan.

“Kebetulan rumah saya enggak jauh dari sini. Namanya petugas kebersihan kan memang masuknya hanya pagi sampai sore saja,” kata dia.

Kini kondisi Mutiara Carita Couttage sangat memprihatinkan. Sampah dan sisa-sisa tanah akibat tsunami tengah dibersihkan olehnya.

Banyak bangunan yang diperuntukan untuk para tamu menginap hancur, bahkan ada yang hampir rata dengan tanah. Puluhan kendaraan roda empat rusak parah, bahkan ada yang terguling.

Posisi Mutiara Carita Couttage sendiri memang berada di pinggir pantai. Hamparan pasir putih di setiap pinggiran penginapan kini penuh dengan sampah dan reruntuhan puing.

Kendaraan berat masih berada di lokasi. Rencananya, pencarian korban akan kembali dilakukan usai Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau lokasi.

 

Penulis: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [gil]

Comments
To Top